Cacing Filaria
Cacing Filaria
Wuchereria bancrofti atau disebut juga
Cacing Filaria adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk
dalam filum Nemathelminthes.
Bentuk
cacing ini gilig memanjang, seperti benang maka disebut filaria. Ukuran
tubuh cacing ini umumnya mikroskopis, tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang.
gambar disamping adalah cacing filaria yang diambil dari mikroskop. Cacing ini hidup pada pembuluh limfe di kaki manusia.
SIKLUS HIDUP
Pada Tubuh Nyamuk
dimulai
saat nyamuk menggigit dan menghisap
darah orang yang mengandung mikrofilaria.Mikrofilaria tersebut masuk ke
dalam
paskan pembungkus tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung, dan
bersarang di antara otot dada.Pada tahap ini bentuk mikrofilaria
menyerupai sosis yang disebut
larva stadium I. Dalam jangka waktu sekitar satu minggu, larva ini
berganti kulit.
Tubuh menjadi gemuk dan panjang yang disebut larva stadium II.Pada hari
ke-10
dan seterusnya, larva berganti kulit untuk kedua kalinya sehingga tubuh
menjadi
panjang dan kurus. Ini adalah larva stadium III. Gerak larva stadium III
ini
sangat aktif sehingga larva mulai berpindah tempat. Berawal dari rongga
perut
(abdomen) yang kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk nyamuk. Nyamuk
yang terjangkit larva ini akan menggigit dan menghisap darah orang dan
larva filaria ini akhirnya masuk dalam tubuh orang tersebut. maka
dimulailah siklus hidupnya di tubuh manusia.
Pada Tubuh Manusia
Apabila nyamuk yang mengandung mikrofilaria ini
menggigit manusia. Maka mikrofilaria yang sudah berbentuk larva infektif (larva
stadium III) secara aktif ikut masuk kedalam tubuh manusia (hospes).
Bersama-sama dengan aliran darah dalam tubuh manusia, larva keluar dari
pembuluh kapiler dan masuk ke pembuluh limfe. Didalam pembuluh limfe larva
mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi cacing dewasa yang
sering disebut larva stadium IV dan larva stadium V. Cacing filaria yang sudah
dewasa bertempat di pembuluh limfe, sehingga akan menyumbat pembuluh limfe dan
akan terjadi pembengkakan(kaki gajah[dijelaskan di post
selanjutnya]).
Cacing ini hidup pada pembuluh limfe di kaki Manusia. Pada saat dewasa, cacing betina menghasilkan telur yang
kemudian
akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut
mikrofilaria.
Selanjutnya, mikrofilaria akan beredar di dalam darah biasanya pada
malam hari. Larva ini dapat berpindah ke
peredaran darah kecil di bawah kulit. Jika pada waktu itu ada nyamuk
yang
menggigit, maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu
masuk ke
dalam otot dada nyamuk. Dan mulai lagi siklus pada tubuh nyamuk. Begitu seterusnya.
UKURAN FILARIA
Makrofilaria yang betina memiliki panjang kurang
lebih 65 – 100 mm, ekornya berujung tumpul, untuk makrofilarial yang jantan
memiliki panjang kurang lebih 40 mm, ekor melingkar. Sedangkan mikrofilaria
berukuran panjang kurang lebih 250 mikron, bersarung pucat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar